(Day 10) Aliran rasa 2

Bismillah.

Hmm… kemarin beraliran rasa mengenai hal yang saya rasakan setelah mengikuti tantangan level 4 di kelas bunda sayang ibu profesional.

Nah sekarang diminta untuk beraliran rasa mengenai Kelas Griya Portofolio Anak.

Yang saya inget, agar selalu setor dengan konsisten. Meski saya memilih waktu malam untuk menulis. Melawan rasa kantuk dan malas. Yang dikejar bukan hanya e-certificate. Tapi ingin mendapatkan suatu hikmah dalam setiap kali menulis keseharian. Mungkin setelah selesai tantangan ini, untuk lebih amannya saya akan menulis di ruang privat saja.

Tapi mungkin saja, ruang curhat di blog ini masih akan bertahan ketika saya mengikuti semua tantangan di kelas bunsay, mungkin di kelas-kelas lainnya. Yah, kembali berharap apa yang ditulis bisa sedikit demi sedikit dapat bermanfaat bagi pembacanya.

Apa yang yang saya rasakan selama 10 hari terakhir mengikuti GPA?

Mengingat hal-hal yang patut disyukuri karena terkadang keluhan menutupi nikmat, jadinya kufur nikmat. Meski cuma mendapatkan hal yang sudah biasa didapatkan. Tapi itu harus disyukuri karena diberi nikmat yang berkelanjutan. Bahkan, selalu melupakan pemberian yang mengejutkan dan tidak terduga.

Terus menerus mengingatkan diri pada hal yang terlupa. Seperti dalam berilmu harus mengkosongkan gelas selalu. Kalau tidak kita akan merasa puas dan tidak mau belajar. Akhirnya merasa sombong.

Terselip doa agar saya bisa mengurangi kegiatan online saya. Sehingga saya tidak sering menolak ajakan ZAZ bermain. Semoga ada jalan keluar terbaik. Dibalik masalahn ang sedang dijalani.

“Ya Allah,  Ya Malik, Yang Maha merajai.”

Tak lupa untuk bersyukur karena diberikan cahaya hidayah dan mengingat kembali agar selalu menerima apa yang telah ditakdirkan Allah. Memang saya sebagai hambaNya merupakan tempat Alfa dan khilaf.

21#YuanYusiyana#Day10#

#day10 #21022018 #kbb #3thn #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Menulis dan Mensyukuri apa yg kita punya 🌹

Alhamdulillah.

 

Advertisements
Posted in Default | Leave a comment

(Day 9) Aliran Rasa

Bismillah.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (Q.S. Ibrahim:7)

Suatu hal yang patut disyukuri karena telah menjalani tantangan game level 4 di kelas bunsay. Tantangan yang memaksa diri untuk terus mengamati gaya belajar ZAZ. Dengan mulai terus menemaninya beraktivitas sesuai tipe Auditori, Visual dan Kinestetik. Saya pun dibuat kembali mengenal Gaya belajar sendiri. Yaitu learning by doing. Segala ilmu didapatkan ketika langsung praktek. Disitu ilmu yang didapatkan lebih mengkerucut pada kebutuhan saat itu juga.

Belum ada yang dominan. Karena di umur ZAZ yang baru beranjak 3 tahun. Kegiatannya masih mengeksplorasi. Memang saya selalu mengajak ZAZ beraktivitas di alam. Yang bisa mencakup ketiganya. Melihat pemandangan dan mengenalkan bermacam-macam ciptaan Allah. Mendengarkan suara dari hewan-hewan peliharaan termasuk hewan liar seperti jangkrik, burung, katak. Lalu, berjalan menyusuri jalan setapak di tepi sawah.

Dengan energi yang tak pernah habis. ZAZ  bergerak kesana-kemari dengan ceria. Apa yang disentuhnya adalah mainan baginya. Meski emaknya masih memberi-tahukan apa yang boleh dijadikan mainan atau tidak. Sehingga ZAZ bisa belajar waspada juga dengan mengetahui apa yang aman atau tidak bagi dirinya.

Dan itu adalah hal yang membuat saya bahagia. Kebebasan yang dimiliki ZAZ. Membuatnya terus ingin bereksplorasi.

Ya Rahiim, Ya Allah yang Maha Penyayang. Kebahagian  duniaku adalah ZAZ. Meski saya masih belum bisa all out dalam menemani ZAZ beraktivitas. Saya akan berusaha terus menghadirkan warna bagi ZAZ, walau kadang mati gaya dan terjebak rutinitas. Sehingga, terkadang saya membiarkan ZAZ mengeksplorasi sendiri tanpa bimbingan.

Sedikit demi sedikit kegiatan yang saya kurangi, termasuk berkomunitas. Agar waktu membersamai ZAZ tidak kurang. Hanya saja menulis jurnal ini diperlukan untuk evaluasi harian. Meski terkadang ada aktivitas baru yang tidak bisa ditolak. Seperti kegiatan yang mendatangkan pintu rezeki bagi saya.

Dengan menulis ini, sekali dayung 3 lautan terlampaui. Menulis aliran rasa untuk game level 4 kelas Bunsay IIP, jurnal syukur di tantangan GPA, dan odop99.

21#YuanYusiyana#Day9#

#day9 #20022018 #kbb #3thn #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Menulis dan Mensyukuri apa yg kita punya 🌹

Alhamdulillah.

Posted in Default | Leave a comment

(Day 8) Jurnal Syukur

Bismillah.

 

Kembali bersyukur itu harus ada dalam setiap aliran napas.

Pagi ini dapat bonus juga dari Mbak Andita.

Terima kasih bunda @anditabpa. Semoga ilmunya selalu berkah. Aamiin

A post shared by Yuan – EmakZaz (@zayra.az) on

Sekarang masih belum praktek sepenuhnya dari Jurnal Syukurnya. Semoga nanti sedikit-demi sedikit bisa diimplementasikan.

Uniknya Jurnal Syukur itu mengaitkan rasa syukur kita dengan Asmaul Husna. Sambil belajar mengenal Allah. Ada lagi hal yang berhubungan dengan tauhid kepada Allah. Untuk diterapkan pada ZAZ.

Untuk saat ini saya bersyukur pada Rahmannya Allah. Allah Maha Pemurah/Pengasih. Mencakup kenikmatan iman islam yang telah diberikan padaku. Nikmat yang akan abadi sampai akhirat.

Mungkin untuk memahami dan mendalami makna setiap arti Nama Allah, tidak cukup hanya sehari. Saya harus kembali banyak mencari referensi. Lalu mulai merasakan dan menyadari Rahmannya Allah itu seperti apa.

Allah memberikan masalah termasuk RahmanNya. Mengingatkan diriku agar selalu memperbaiki sikap khilaf yang selalu dilakukan. Sungguh mata hati ini belum begitu dalam memaknainya. Karena aku harus fokus dalam mempelajari ilmu marifat.

Kembali ke hal yang disyukuri hari ini. Yaitu salah satu klien CSOku suka dengan desainku dan ingin dibuatkan brosur. Aku tidak  bisa menarifkan harga. Karena bukan profesional. Tapi Insya Allah, aku akan all out dalam mengerjakan ini. Bisa sebagai portofolioku kelak. Dan agar aku bisa membuat sesuatu yang orsinil yang tidak hanya Amati, Tiru dan Modifikasi. Keahlian akan terus berkembang sesuai jam terbang dan minat.

Tetap yang selalu aku syukuri adalah keceriaan ZAZ, meski rumah acak-acakan karena semua yang disentuh adalah mainan. Dan aku masih berusaha untuk mencari waktu agar saya bisa fokus pada keceriaan ZAZ.

Saya pun mesti bersyukur masih diberi kemampuan menulis segala yang dipikirkan saat ini, mungkin belum bisa dibilang bermanfaat bagi orang lain. Gapi bisa bermanfaat untuk diri sendiri. Bukankah untuk bisa menjadi change maker lingkungan sekitar harus merubah diri sendiri dahulu. Semangat selalu.

21#YuanYusiyana#Day8#

#day8 #19022018 #kbb #3thn #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Menulis dan Mensyukuri apa yg kita punya 🌹

Alhamdulillah.

Posted in Default | 2 Comments

(Day 7) Mana passionku?

Bismillah.

Selama beberapa bulan terakhir, saya begitu menggebu-gebu dengan segala macam aktivitas menulis. Dari mulai membuat naskah, belajar kembali ejaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Membiasakan menulis setiap hari sebanyak 250 karakter. Melakukan self editing yang mesti memiliki ketelitian. Sampai memperdalam cara pembuatan buku sampai diterbitkan

Ya tidak ketinggalan mengikuti beberapa pelatihan menulis berbayar maupun gratis. Banyak ilmu yang terserap. Tapi, sekarang malah ingin berubah haluan. Yaitu mendesain flyer. Bukan karena saya merasa sudah hebat dalam menulis. Semua ilmuku masih sedikit dan pengalamanku cuma sebentar. Tapi, dengan mudah saya merasa bosan. Mengikuti project membuat buku antologi, tidak seantusias beberapa bulan yang lalu,

Yah aku menemukan manfaat dari menulis. Tapi hanya sebatas menulis curhatan seperti ini. Rasanya plong setelah menulis seperti ini.

Saya tidak tertarik menerbitkan buku antologi lagi. Ah saya masih memupyai mimpi, suatu saat saya dapat menerbitkan buku solo. Hobi menulis ini sebenernya bisa pararel dengan hobi lainnya, di saat setiap menjalani hobi baru harus dicatat biar tidak lupa. Membersamai anak pun harus dicatat.

Tapi mungkin dalam menulis saya sydah tahap klimaks. Jadi mesti istirahat dulu. Dan berpaling ke yang lain. Kenapa pula saya tidak berpaling ke ZAZ lagi, malah berpaling ke dunia mendesan grafis.

Sedikit kesibukan berkurang, malah menambah banyak kesibukan. Hehe…

Saya seperti kutu loncat, karena jiwa eksplorasi saya begitu kuat. Hal baru dan menarik sangat memalingkan diri dari yang sedang ditekuni.

Lagi-lagi aku bersyukur ada teman yang mengingatkan, bahwa tidak apa-apa seperti yang saya lakukan yang penting hepi dan bermanfaat. Tidak perlu menjadi hebat di suatu bidang, mungkin belum saatnya saya bertemu dengan passion yang akan ditekuni selamanya. Emang apa yang dicari? Keternarankah? Atau menemukan suatu hal yang baru dibidang yang sedang ditekuni? Atau untuk mendapatkan penghasilan?

Hari-hari yang terus dilewati dengan muhasabah.

21#YuanYusiyana#Day7#

#day7 #18022018 #kbb #3thn #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Menulis dan Mensyukuri apa yg kita punya 🌹

Alhamdulillah.

Posted in Default | Leave a comment

(Day 6) Kesempatan yang terlewati

Bismillah.

Hari yang patut disyukuri karena panen durian dari kebun. Yes tadinya kebun itu mau dijual, dan belum laku sampai sekarang. Tapi memang masih rezeki saya untuk menikmati durian.

Masih ada lagi panen rambutan dan srikaya. Pemenuhan vitamin C sebagai antioksidan saat ini.

Meski panennya tidak banyak, tapi nikmatnya terasa. Durian kan biasanya empuk ya. Ini masih terlihat belum matang. Tapi sudah enak banget. Apalagi kalau di diamkan dulu. Mungkin bisa lebih enak.

Ya sudah ngomongin durennya… nanti tiba-toba saya jadi ngomongin duda keren kan jadi aneh.

Ah, tiap hari selalu bersama ZAZ itu suatu berkah.

Tentang ZAZ yang sebelumnya sudah bisa bilang mamah jahat. Karena ga selalu memenuhi keinginan ZAZ. Sekarang bilang Ajwa sayang mamah lagi. Wah entah penyebabnya karena apa.

Saya juga masih bisa berpikir apa saya kelak sanggup untuk homeschooling ZAZ. Hmmm… mulai kembali menata diri. Di saat saya dipenuhi kesibukan online. Waktu membersamai anak jadi sedikit dan saya pun belum membiasakan aktivitas yang bisa mendukung untuk berhomeschooling.

Saya pun dinilai tidak akan sanggup menjalani homeschooling ini. Sepertinya Iya. Karena saya masih harus memikirkan hal lain dan belum bisa fokus.

Tapi di setiap penilaian orang, saya mesti terus bersyukur kalau ternyata masih ada yang perhatian.

Betapa egoisnya saya. Hari ini pun waktu dipakai untuk me time. Seakan saya lupa punya teman yang harus diajak bermain yaitu ZAZ. Ah tapi tetap saya ingin menikmati waktu lapang dulu untuk sendiri sebelum membagi kehadiran untuk ZAZ, biar total dan fokus. Sampai kapan it, saya belum tau itu. Sedang menjalani dulu dan sedikit demi sedikit mengarahkan diri untuk menjadi ibu yang amanah.

21#YuanYusiyana#Day6#

#day6 #17022018 #kbb #3thn #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Menulis dan Mensyukuri apa yg kita punya 🌹

Alhamdulillah.

Posted in Default | Leave a comment

(Day 5) Mulai menulis rasa syukur

Bismillah.

Karena di 4 hari sebelumnya menuliskan kelebihan-kelebihan dari sendiri, anak dan tempat tinggal. Hari ini mulai untuk disyukuri kelebihan-kelebihan yang ada.

Saya mau bersyukur terlebih dahulu tempat tinggal yang dulu sangat tidak ingin tinggal. Karena tempat jauh sarana-sarana seperti di kota. Tapi sebenarnya sarana-sarana di kota meski banyak tapi harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit.

Dari semenjak saya resign kerja, mungkin saya tidak akan sanggup untuk membiaya hidup karena sampai saat ini belum mempunyai penghasilan yang tetap.

Sekarang di desa, meski hidup pas-pas. Uang listrik sudah ada yang bayarin. Makan bisa ambil dari hasil alam. Yah tidak semuanya. Tapi biaya hidup tidak menjadi beban.

Untuk ZAZ sendiri, bertumbuh di lingkungan yang udaranya masih segar. Bermain seadanya di alam. Meski, tidak semua gaya hidup yang pernah dijalani di kota ditinggalkan. ZAZ masih senang bermain di tempat mainan di mall. Dan saya pun merindukan makanan-makann lezat yang banyak, dan dekat dengan pusat kegiatan yang bisa untuk mengembangkan diri.

Tapu di desa pun bisa, dengan adanya internet saya bisa belajar online dengan ibu-ibu pembelajar lainnya. Bahkan kadang saya mencari penghasilan online. Bukan jualan, jualan bukan minat saya. Karena jadi penjual harus punya jaringan yang luas. Sedangkan saya hanya senang berteman dengan sedikit orang.

Sangat bersyukur, saya dikumpulkan dengan komunitas online yang mengajarkan kita untuk bertumbuh.

Yah untuk kegiatan offline disini pun banyak kegiatan pengajian. Tapi saya tipikal orang yang senang di rumah.

Dalam kesempitan saya harus tetap bersyukur. Mulai mengerjakan segala sesuatu karena Allah. Bukan karena materi. Dan mulai fokus membersamai anak meski masih kehilangan fokus.

21#YuanYusiyana#Day5#

#day5 #16022018 #kbb #3thn #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Menulis dan Mensyukuri apa yg kita punya 🌹

Alhamdulillah.

Posted in Default | Leave a comment

Gaya Belajar Anak #15

Bismillah,

Hari ini ZAZ imunisasi difteri. Ketika diajak pergi ZAZ senang karena naik motor. Sesudah sampai dan melakukan pendaftaran masih biasa aja. Diberi vitamin A, langsumg ZAZ makan. Lalu saya sounding, “ZAZ mau disuntik imunisasi ya, ga sakit kok jangan nangis.”

ZAZ mengangguk.

Ada anak seumuran datang, tapi dia disuntik duluan. Anak itu gak nangis, berani malah. Tapi kok ZAZ jadi nolak untuk disuntik dan menangis, dengan pelukan kuat akhirnya ZAZ disuntik. Nangis menjadi walau sebentar. Akhirnya kita pulang.

Apa ZAZ takut apa bidannya ya?

Soalnya bidannya jutek bingits.

Waktu malam, saya ambil kesempatan untuk membicarkan hari ini. Saya mencoba lagi mensimulasikan ketika ZAZ akan disuntik. Biar ZAZ bisa kuat dan sabar kalau disuntik lagi. Tidak ada drama nangis kejer lagi.

Saya menanyakan ZAZ,

bagaimana rasanya disuntik sakit atau tidak, dia jawab sakit.

sekarang masih sakit, dia jawab ngga.

Sama mamah disuntik mau. Dia hanya diam saja.

Ini pura-puranya mau disuntik ya, yang kuat ya. Saya cubit tangannya. Dia ga nangis sih,cubitannya juga mungkin ga sakit. Cuma pas percobaan ke dua. Dia menolak,

Yes, terus bersyukur atas perkembangan ZAZ. ZAZ sudah bisa mengucapkan, “Ajwa sayang mamah.”

Meski dilanjutkan, “Ajwa sayang kucing yang besar, kucing anak, Ajwa sayang semua.”

Seperti biasa, ZAZ tidur malam. Emaknya sudah ngantuk dan dia banyak sekali permintaan. Sekarang saya sudah belajar bersabar denga menarik napas dalam-dalam beristigfar dan bismillah. Karena saya sudah ngantuk tapi harus melayani ZAZ. Yes bentuk pelayanan pada anak balita itu harus banget.

Ini pun ngantuk banget pas lagi nulis buat tantangan bunsay.

Alhamdulillah

Posted in Game Level 4 | Tagged , , , , | Leave a comment