(Day 3/5) Positif dan Produktif

Bismillah

Kalau emakzaz bukannya konsisten tapi punya kebiasaan outopilot. Kayak kalau habis nulis sepertinya karena saya terbiasa dengan tugas Customer Services dalam membalas email.

Yang harusnya menulis Alhamdulillah, malah jadi Kind regards

Wkkk

Kembali ke ZAZ.

Konsistensi berhubungan dengan kebiasaan. Dalam melatih ZAZ, saya terkadang menemukan kesulitan. Tapi, kalau sudah terbiasa, ZAZ konsisten, untuk merubahnya lagi butuh usaha dan sabar lagi.

Konsisten itu mungkin mampu mengingat sesuatu pada tempatnya. Saya punya karpet puzzle ukuran besar. Semoat dilepas terlebih dahulu untuk dicuci dan dibersihkan. Ketika memasang karpet itu lagi. Karpet berwarna hijau harus disimpan pada tempatnya. Warna lain ZAZ gak peduli.

Hal lain yang bisa dikatakan berhasil 90% itu, membuang sampah pada tempatnya.

Saya sekarang sedang melatih ZAZ, agar konsisten menyimpan mainan pada tempatnya setelah bermain. Satu mainan saja. Ketika sudah berhasil konsisten ditambah jumlahnya.

Kelemahan orang konsisten perlu digali ya sepertinya. Kemungkinan, mereka tidak suka hal yang menganggu rutinitasnya

Alhamdulillah.

#semuaanakadalahbintang #gamelevel7 

#institutibuprofesional #kelasbundasayangbandung1

Advertisements
Posted in Default | Leave a comment

(Day 2) Menjaga konsistensi

Bismillah

Saya merasakan kelebihan ZAZ di sikap konsistensinya. Untuk mengembangkannya. Saya memiliki kesulitan. Karena saya sendiri berbanding terbalik dengan sikap itu.

Apa yang perlu saya lakukan untuk menyiasati hal seperti ini?

hmmm berpikir keras…

seoerti tadi, matanya berbinar ketika mengetik di laptop. Untuk menjaga konsistensinya. Saya harus menjadwalkan ZAZ bermain dengan laptop.

nah loh, bukankah selama belajar di IP membuat jadwal itu diharuskan. Tuh kan, ini kelemahan emakzaz, untuk memfasilitasi ZAZ, apakah saya harus meratakan lembah sikap konsistensi saya. Setelah itu seiring berjalan dengan kelebihan ZAZ.

Konsistensi ZAZ, dapat terlihat karena dia patuh terhadap aturan. Kalau dia yakini benar ya itu yang dipilihnya. Perlu, penjelasan yang alot untuk mengubah konsistensinya.

Dengan ini saya menyadari faktor lingkungan dapat menyamarkan kelebihan seseorang, jadi hidupnya akan selalu merasa tidak berharga. Karena kelebihannya tidak dihargai.

Alhamdulillah

#semuaanakadalahbintang #gamelevel7 #institutibuprofesional #kelasbundasayangbandung1

Posted in Default | Leave a comment

(day1) Setiap anak bintang

Bismillah,

Akhirnya, menulis setor menyetor mulai lagi. Setelah, terliminasi di grup BPA, mager di tantangan odop99 yang terbaru dan libur semesteran bunsay. Karena saya pun punya tanggung jawab lain, jadi gak prioritaskan hal-hal  seperti atas.

Bahkan, bergabung dalam suatu project antologi saya ingin meliburkan diri dulu, kecuali ada satu yang belum selesai di grup sehari menjadi buku. Dan kalau ada nulis bareng cerita anak. Mungkin saya akan usahakan.

odop99 semakin tidak bisa menemukan ritme, karena harus nulis 500 kata, free writing tiap hari dan membaca tiap hari. Untuk saat ini belum bisa saya ikuti. Mundur teratur deh. Aduh, tapi diam-diam deh saya mencoba menulis dan membaca tanpa harus setor. Intinya buat pribadi saja dulu. Karena yang bisa merasakan manfaatnya kan pribadi,

Berita bahagianya setelah kemarin terlewat setoran bunsay dua hari, ada penjelasan terbaru kalau masih bisa kejar YE atau OP meski mulai di hari ke 2 atau 3, asal setorannya ya berurutan.

Narasi di atas, diambil emakZaz buat curhat dulu yaaa, karena udah lama ngga nulis selain nyetatus di FB *peace

yuk lanjut….

EmakZAZ ini selalu bingung jika ditanya tentang kelebihan diri apalagi kelebihan anak. Soalnya pekanya ama kekurangan, hmmm

Sepertinya dulu, ada mindset merasa tidak berguna karena banyak kelemahan jadi berusaha keras untuk upgrade kelemahan. Padahal itu butuh usaha yang begitu besar. Meratakan lembah… itulah yang masih terbawa sampai sekarang.

Sekarang lagi mencoba mindset upgrade kelebihan diri. Cuma masih kurang peka dalam pencarian kelebihan. Ada niat pengen tes sidik jari sebagai tools saya menemukan kelebihan saya dan ZAZ. Tapi emakzaz belum punya budget. Menerima koin untuk emakZAZ ya, kali aja kalau seindonesia yang kirim koin, saya bisa beli berlian *ups

Hmm… demi terembannya tugas bulan ke 7 ini. Saya harus mengambil salah satu yang sering ZAZ lakukan. Tapi saya sendiri gak yakin itu kelebihannya. Hmmm saya harus berusaha keras mengubah mindset nih.

Apa yaaa…

Mikir lama…

Sebenernya kemarin-kemarin sudah melakukan observasi pada ZAZ. Dapat beberapa. Seperti, consistensy, input, fokus, commander, strategic, includer.

Tapi semua itu saya lihat kadang ada kadang ngga. Gak apa-apa lah yah, daripada ngga ada sama sekali.

kali ini saya mau observasi consistencynya ZAZ. cuma satu ini yang diobservasi, dan saya harus memberikan ragam aktivitas dan wawasan dan menilai segala sesuatunya mengacu pada konsistensi ZAZ

Yes, ZAZ ini konsisten dalam memilih barang, orang, warna, makanan dan tempat kesayangan.

Kalau orang, jelaslah emakzaz *pede amat yak

kalau barang, barang yang sudah dinisbatkan miliknya tidak boleh diganggu gugat, sikap pelit dan tidak boleh bermain bersamanya keluar.

warna, ajwa suka warna pink. Tapi kadang warna lain ketika dia sudah terbiasa menggunakannya.

tempat, suka banget dengan hak milik teritori, jika pernah ditempati ZAZ, tidak boleh seorang pun menempati.

Makanan, tepatnya lauk pada makanan berat. Ya favoritnya telor. Yang lain bisa sih abon, tempe, sop, KFC, ikan. Hmmm… tidak bervariasilah pokoknya.

Kenapa saya tidak yakin ini kelebihan karena, kalau itu kita, nyebelin ngga sih?

Kelihatan egoisme ZAZ. Apakah saya yang salah memaknai?

Semoga hari berikutnya saya dapat menggali jawaban dari tanda tanya yang begitu besar di otak saya.

Dengan adanya observasi ini bisa mengasah kepekaan saya pada kelebihan ZAZ. Supaya dia menjadi anak yang bisa bermanfaat bagi orang-orang sekitarnya. Aamiin.

Alhamdulillah.

#semuaanakadalahbintang #gamelevel7 #institutibuprofesional #kelasbundasayangbandung1

Posted in Default | Leave a comment

(Day 80) Strategic

Bismillah,

Lagi-lagi hanya melihat benih-benih bakat dari ZAZ.

Menurut saya pintar mencari alasan adalah bagian dari strategi.

ZAZ sekolah yuu|gak mau mah, sakit| (hmm, sakit flu ringan sih)

ZAZ mandi yuu| gak mau mah, sakit|(hmm, luka di kaki padahal sudah sembuh)

Apa-apa minta ditemenin, minta diambilin oleh saya. Yes bagian dari strategi itu. Yah… meski belum cara terbaik mencapai tujuan, menurut saya. Tapi, menurutnya, itu cara terbaik.

Memaknai perjalanan bersama ZAZ menemukan bakat, diumur 3 tahunnya, sepertinya masih sulit saya baca. Tapi feeling sih, ada beberapa. Sudah tertulis di postingan sebelumnya. Semoga makin bisa diasah. Continue reading

Posted in Default | Leave a comment

(Day 78) Commander

Bismillah,

Saya memang belum bisa menilai tentang bakat anak, karena masih banyak belajar dan berlatih mendengar.

Tapi saya sendiri mencoba untuk peka. Saya merasakan, ZAZ itu bisa jadi penanggung jawab. Kadang memaksa dan mendesak. Bahkan sering.

Tugas saya selalu terus fokus dan mendampingi anak. Saya sebenernya merasa anak menjadi sering memerintah ya karena saya juga selalu seperti itu padanya. Dan saya tidak suka diperintah. ZAZ pun tidak suka. Disini letak ego kita. Bakat fitrahnya atau DNA?

#commander #griyaportofolioanak #portofolioanak #Zayra #3thn #bandung

Alhamdulillah.

Posted in Default | Leave a comment

(Day 77) Input

Bismillah,

Saya pernah bilang kan, kalau ZAZ itu memiliki benih bakat input. Iya senang mengumpulkan sesuatu, tapi belum bisa bertanggung jawab akan koleksinya.

Selalu hilang atau tidak pada tempatnya…. yes yang ini perlu dilatih.

Emang kelihatan banget input kalau ingin mainan, ya. Dia selalu melihat dan menunjuk mainan kuda poni. Bahkan dengangan cekatan mengambilnya dari rak.

ZAZ umur 8 bulan pun sudah suka ama kuda poni. Padahal saya ga pernah memperlihatkan tontonan kuda poni sebelumnya. Beberapa bulan terakhir saja dia nonton My little Poni the Movie. Jadi makin suka sama kuda poni.

#input #griyaportofolioanak #portofolioanak #Zayra #3thn #bandung

Alhamdulillah.

Posted in Default | Leave a comment

(Day 76) Includer

Bismillah,

Meski ZAZ bukan tipe mudah untuk mengenal orang baru. Tapi kalau sudah dekat, dia senang berkumpul. Yes wajah ceria ketika ada yang bersamanya. Wajahnya nelangsa ketika dia harus bermain sendirian.

At least kalau ga ada teman sebayanya. Saya yang menjadi teman baginya.

Ya, ZAZ akan selalu masuk pada suatu kelompok.

#includer #griyaportofolioanak #portofolioanak #Zayra #3thn #bandung

Alhamdulillah.

Posted in Default | Leave a comment