Berbagi Cerita di Kopdar kuy..

Ini Emaknya Zaz mau nyolong lapak. Tapi cerita tentang Zaz akan tetap ada kok.

Apa yang dirasakan setelah tergabung kelas online ini adalah *WoW*. Isi materinya membuka mata, fasilitatornya merangkul semua peserta di kelas, dan teteh-tetehnya yang sangat semangat untuk belajar dan saling berbagi pengalaman masing-masing. Acara kopdar dilaksanakan bersamaan dengan materi terakhir. Jadi acaranya pendalaman dan aliran rasa semua materi-materi yang sudah disanpaikan. Gak kalah penting bisa bertatap muka dengan teteh-tetehnya yang kece secara langsung dan teteh-tetehnya juga ikut beraliran rasa atau curhat yang membuat saya ngahuleng lagi dan cirambay lagi. Pengisi-pengisi materi yang ikut diundang lebih kece lagi, Subhanallah.

Emaknya Zaz mah diem, meski termasuk sering curhat di kelas onlinenya :D. Ketika ditanya apa itu matrikulasi ya cuma ngahuleng, padahal mah ngerti, kelas matrikulasi ini dibuat untuk pengenalan dan menyamakan frekuensi untuk melanjutkan program-program IIP selanjutnya. Nanti tuh sperti kuliah S1 untuk penjadi ibu profesional. Terus pas ditanya tujuan ikut kelas ini apa,  ya ngahuleng lagi. Nah disini saya coba sampaikan kalau sebelumnya saya dipertemukan tutor jahit yang kece dan salah satu anak founder IIP mampir untuk ‘nyantri’ sebentar ke tutor. Sambil makan siang bareng tutor dan teman pelatihan lainnya. Bu Tutor berbagi kisah tentangnya dan founder IIP yg keduanya praktisi HS. Hmm saya ikut curcol tentang keadaan saat itu yang masih dalam masa kegalauan lalu Bu Tutor juga berbagi cerita kalau dia menemukan perannya setelah ikutan IIP. Wah akhirnya saya tertarik untuk mengikuti program MIIP untuk menemukan peran saya sebenernya apa. Itulah… Setelah mengikuti kelas, jujur saya belum menemukan peran spesifik (eh kalau teman sekelas lainnya mah udah pada nemu loh). Tapi Alhamdulillah, sudah menemukan gambaran dan semoga bisa ditemukan seiiring waktu berjalan dan jam terbang dalam pembelajaran saya sebagai ibu dan individu makin lama. Asal tidak pernah lelah untuk belajar.

Emaknya Zaz  juga ikut kepanitiaan dalam acara juga cuma bukannya bantu-bantu malah ngaririweuh karena punya banyak keinginan. Hehe…

Pertama ingin live streaming acara yang sedang berlanjut, didekasikan untuk fasilitator, teman-teman yang tidak bisa hadir yang konon ada teman baru pindah ke Turki dan teman yang bentrok dengan agenda penting lainnya. Akhirnya bisa live streaming di grup khusus facebook meski suara dan posisi handphone kurang oke, ya sudah semiga nanti bisa memperbaiki supaya posisi OK. Selama 2 jam tetap live, untungnya baterai hanphone mencukupi. Ternyata quota data yang dihabiskan tidak banyak. Hanya satu giga saja.

Kedua ingin video call dengan fasilitator yang berada jauh di Serang. Tapi ini tidak bisa direalisasikan karena suaranya tidak terdengar di ruangan terbuka. Padahal saya sudah lakukan percobaan dengan Aplikasi Airmore di rumah. Menggunakan wifi jadi bisa tampil di infokus melalui laptop. Eh seharusnya ada kabel jack yang bisa dicolok dari sound system ke handphone. Ya sudah jadi bahan evaluasi nantinya.

Nah, selanjutnya saya mau cerita perjalanan dengan Zaz. Tadinya saya tidak akan ajak cuma teteh Tika bersedia mengantarkan, maka dengan motor melajulah kami dan menginap di rumah paman. Tempat acara KOPDAR ada taman bermain jadi zaz langsung bermain dan bisa tenang sejenak selama persiapan acara. Eh ternyata lama kelamaan sudah mulai bosan bermain di taman dan mainan yang sengaja dibawa, akhirnya Emaknya dicari-cari. Waktu Emaknya jadi operator pemateri dalam melakukan presentasi. Tidak fokus gara gara Zaz yang ikut mendampingi sambil bermain dengan sendok, kemudian tidak bisa duduk diam ketika bosan bermain dengan sendok. Meski teh Tika ikut, tetep aja, apa-apa ke emaknya. Ketika makan siang, Zaz hanya fokus mengeluarkan tissue dari tempatnya ya lantai pun berserakan tissue. Untungnya bisa dihentika  oleh teh tika karena emaknya sih ngebiarin. Alhamdulillah, banyak yang bisa dievaluasi kalau nanti bawa Zaz berkegiatan bersama.
Sambil ditemani Zaz yang ingin setrika baju ketika menulis ini.

Posted in Moment | Leave a comment

*WoW* Dunia mencorat-coret ZAZ

*AHA!*, ZAZ (2,5Thn) gambar matahari ini coretan terjelas pertama kali selama ini dan sepertinya belum bisa dilakukan berulang ulang, mungkin mood Zaz lagi oke hehe. Sebelumnya sih, ketika menggambar bentuk ga beraturan, Zaz sering bilang, ‘Ini Ikan’. Emaknya hanya mengiyakan kadang diberi tambahan dan arahan ini matanya, ini ekornya. Ya sampe sekarang masih lah corat coret ga beraturan, yang penting prosesnya dan Zaz bahagia.

Corat coret menjadi aktivitas favorit Zaz, dengan media apapun dan dimanapun. Pakai pulpen, pensil, spidol, krayon, lipstik dll di kertas, buku, tembok, baju, kulit, cermin bahkan corat coret menggunakan aplikasi di handphone. Emaknya sih ga khusus memfasilitasi, jadi apa yang ada di sekitar, itu yang digunakan, tapi kalau mencorat coret di tembok dibatasi, agar tau mencorat-coret pada tempat yang sudah disediakan. 

Posted in Moment | Leave a comment

Gayanya ZAZ

‘Mah, sekolah!’, kata zaz ketika ingin memakai tas. 

Sesudah lebaran ini zaz punya tas baru, mungkin tas lamanya sudah terlihat usang. Bisa juga ingin tas yang ukurannya lebih besar, hehe asumsi saya aja sih. 

Karena saya sedang asik sendiri berbelanja, jadi saya hanya mendengar cerita dari tante kecilnya yang sedang menemani, setelah mereka keluar dari play ground suatu toserba, lalu melewati rak tas. Zaz mendekati dan kemudian memakai satu tas. Sepertinya Zaz ini, suka karakter kelinci dan warna pink. 

Zaz tidak pernah melakukan ini sebelumnya, kalau ditanya mau apa pun, langsung bingung. Untung saja harga tas itu masih bisa ditolerir dompet hehe..

Sekarang tasnya bisa dimasukkan krayon, buku, pensil warna, mainan kosmetik, bahkan balon dan bola. Hanya saja setelah mengeluarkan semua isi tas. Zaz belum mau untuk merapikan kembali ketika sudah beralih ke permainan lain.  Masih tugas saya,  bahkan Zaz bisa bilang, ‘Beresin, mah!’.

Posted in Moment | Leave a comment

Loveable ZAZ

Happy Eid Al-Fitr, kata Zaz.

Momen lebaran ini Zaz sangat berbahagia karena bisa berkumpul dengan semuanya. Apalagi ama Om Uzi dan Tante Iza, yang pernah ngasuh Zaz waktu bayi.

Posted in Moment | Leave a comment

*WoW* Kasih Sayang Zaz

Peluk dan cium sering saya tunjukkan untuk menunjukkan bahwa saya sayang dia. Mungkin zaz tunjukkan kasih sayangnya dengan bermanja-manjaan ❤❤❤. Meski saya terkadang jadi marah-marah dan membuat Zaz nangis dan marah balik ketika ajwa gak mau makan atau pakai baju. *Maafkan Mama ya, Nak!*

Tapi ada yang membuatku terpukau. Ketika saya sedang tiduran di kamar, Zaz meminta minum lalu saya menyuruhnya untuk mengambil gelas yang sudah terisi di ruang tengah. Kemudian ajwa keluar kamar dan kembali membawa gelas tersebut. Tiba-tiba Zaz memintaku duduk, ‘Mama, duduk dulu sini!’, sambil menepuk-nepuk bagian tempat tidur dekat dia. Lalu saya menurutinya. Setelah saya duduk zaz memberikan gelasnya padaku. Sebagai ibunya saya mengerti, bahwa zaz ingin saya minum, karena saya sering mengatakan ‘Duduk dulu!’ ketika Zaz meminta minum sambil tiduran.

Anak memang peniru ulung, ya saya tau itu. Cuma ibu Zaz ini masih mempunyai kebiasaan yang tidak baik *Maafkan Mama ya, Nak!*

‘I am raising myself as i am raising you’

Insya Allah

Posted in Moment | Leave a comment

Buku Portfolio Anak

Akhirnya Buku portfolio anak yang dipesan bulan lalu sampai juga.Jadi mendapat gambaran lebih apa yang mesti dilakukan untuk mencatat berbagai perkembangan anak. Buku ini bisa digunakan untuk mencatat perkembangan anak dari mulai 0 tahun. Nah karena Zaz sudah 2 tahun, jadi kok sayang ya kalo buku ini ada halaman yang tidak terpakai, karena memang perkembangan Zaz kurang tercatat sebelumnya. Jadi, buku ini akan saya jadikan referensi untuk mencatat portfolio di tempat yang lain, disesuaikan dengan kondisi keluarga Zaz saat ini. Sebenarnya disediakan software untuk portofolio digital, namun hanya bisa diinstal di PC dan saat ini saya tidak punya. Jadi, sekemampuanku saja menulis di kertas, menyimpan gambar di google drive, dan blogging. Kemudian mempersingkat url dan kalo bisa membuat barcode agar bisa discan sewaktu-waktu. Mungkin tidak sebagus buku ini, tapi semoga bisa menyerupai seiring waktu. Istilahnya ATM:Amati, Tiru, Modifikasi. 

Saya juga dapat sample ebook dari buku Mba Andita  bit.ly/portofolioanakebook

tambahan: akhirnya menggunakan google keep sebagai alat tambahan untuk menulis portofolionya, yang menjadi point plus bisa collabolator dengan pihak-pihak yang diinginkan.

Posted in Moment | Tagged , , , | Leave a comment

*WoW* Tebak Huruf Hijaiyah

Dalam waktu 3 hari ini, Zaz masih belum bosan bermain pasir. Malahan boneka-bonekanya diajak untuk mandi pasir 😅.

Sambil menemani Zaz bermain saya merapikan flash card huruf hijaiyah, yang baru dilaminating. Ketika Zaz tau, direbutlah dari tanganku. hehe mungkin saya mesti terus mengajarkan cara minta ijin untuk mengambil barang.

Zaz melihat satu kartu dan menyebut huruf yang tertera di kartu. kemudian dilanjutkan dengan melihat satu persatu kartunya. Kadang Zaz langsung sebut nama hurufnya, kadang bertanya ‘Apa tuh?’, kadang saya bertanya huruf yang sedang dipegang zaz. meski tidak semua huruf Zaz hafal. Tapi hal ini bentuk aktualisasi memori Zaz yang membuat saya kagum.

Zaz sering kali menonton animasi Mengenal Huruf Hijaiyah bersama Diva dan Pupus Kanopus karya Kastari Animation. Tontonan tiap malam biar anak anteng sebelum tidur hehe. 

Catatan bagi saya, agar membatasi zaz menonton animasi dan memotivasi agar lebih banyak kegiatan fisik. Saya masih belum mengerti tentang keahlian kognitif, sensorik dan motorik jadi tugasku untuk banyak bertanya.

Gaya parenting yang masih acak yang penting asal anak senang saja. hehe

Flash card dapat di download di Blog Familia Kreativa

Zaz (2thn)

Posted in Moment | Tagged , , , | Leave a comment