*WoW* Dunia mencorat-coret ZAZ

*AHA!*, ZAZ (2,5Thn) gambar matahari ini coretan terjelas pertama kali selama ini dan sepertinya belum bisa dilakukan berulang ulang, mungkin mood Zaz lagi oke hehe. Sebelumnya sih, ketika menggambar bentuk ga beraturan, Zaz sering bilang, ‘Ini Ikan’. Emaknya hanya mengiyakan kadang diberi tambahan dan arahan ini matanya, ini ekornya. Ya sampe sekarang masih lah corat coret ga beraturan, yang penting prosesnya dan Zaz bahagia.

Corat coret menjadi aktivitas favorit Zaz, dengan media apapun dan dimanapun. Pakai pulpen, pensil, spidol, krayon, lipstik dll di kertas, buku, tembok, baju, kulit, cermin bahkan corat coret menggunakan aplikasi di handphone. Emaknya sih ga khusus memfasilitasi, jadi apa yang ada di sekitar, itu yang digunakan, tapi kalau mencorat coret di tembok dibatasi, agar tau mencorat-coret pada tempat yang sudah disediakan. 

Posted in Moment | Leave a comment

Gayanya ZAZ

‘Mah, sekolah!’, kata zaz ketika ingin memakai tas. 

Sesudah lebaran ini zaz punya tas baru, mungkin tas lamanya sudah terlihat usang. Bisa juga ingin tas yang ukurannya lebih besar, hehe asumsi saya aja sih. 

Karena saya sedang asik sendiri berbelanja, jadi saya hanya mendengar cerita dari tante kecilnya yang sedang menemani, setelah mereka keluar dari play ground suatu toserba, lalu melewati rak tas. Zaz mendekati dan kemudian memakai satu tas. Sepertinya Zaz ini, suka karakter kelinci dan warna pink. 

Zaz tidak pernah melakukan ini sebelumnya, kalau ditanya mau apa pun, langsung bingung. Untung saja harga tas itu masih bisa ditolerir dompet hehe..

Sekarang tasnya bisa dimasukkan krayon, buku, pensil warna, mainan kosmetik, bahkan balon dan bola. Hanya saja setelah mengeluarkan semua isi tas. Zaz belum mau untuk merapikan kembali ketika sudah beralih ke permainan lain.  Masih tugas saya,  bahkan Zaz bisa bilang, ‘Beresin, mah!’.

Posted in Moment | Leave a comment

Loveable ZAZ

Happy Eid Al-Fitr, kata Zaz.

Momen lebaran ini Zaz sangat berbahagia karena bisa berkumpul dengan semuanya. Apalagi ama Om Uzi dan Tante Iza, yang pernah ngasuh Zaz waktu bayi.

Posted in Moment | Leave a comment

*WoW* Kasih Sayang Zaz

Peluk dan cium sering saya tunjukkan untuk menunjukkan bahwa saya sayang dia. Mungkin zaz tunjukkan kasih sayangnya dengan bermanja-manjaan ❤❤❤. Meski saya terkadang jadi marah-marah dan membuat Zaz nangis dan marah balik ketika ajwa gak mau makan atau pakai baju. *Maafkan Mama ya, Nak!*

Tapi ada yang membuatku terpukau. Ketika saya sedang tiduran di kamar, Zaz meminta minum lalu saya menyuruhnya untuk mengambil gelas yang sudah terisi di ruang tengah. Kemudian ajwa keluar kamar dan kembali membawa gelas tersebut. Tiba-tiba Zaz memintaku duduk, ‘Mama, duduk dulu sini!’, sambil menepuk-nepuk bagian tempat tidur dekat dia. Lalu saya menurutinya. Setelah saya duduk zaz memberikan gelasnya padaku. Sebagai ibunya saya mengerti, bahwa zaz ingin saya minum, karena saya sering mengatakan ‘Duduk dulu!’ ketika Zaz meminta minum sambil tiduran.

Anak memang peniru ulung, ya saya tau itu. Cuma ibu Zaz ini masih mempunyai kebiasaan yang tidak baik *Maafkan Mama ya, Nak!*

‘I am raising myself as i am raising you’

Insya Allah

Posted in Moment | Leave a comment

Buku Portfolio Anak

Akhirnya Buku portfolio anak yang dipesan bulan lalu sampai juga.Jadi mendapat gambaran lebih apa yang mesti dilakukan untuk mencatat berbagai perkembangan anak. Buku ini bisa digunakan untuk mencatat perkembangan anak dari mulai 0 tahun. Nah karena Zaz sudah 2 tahun, jadi kok sayang ya kalo buku ini ada halaman yang tidak terpakai, karena memang perkembangan Zaz kurang tercatat sebelumnya. Jadi, buku ini akan saya jadikan referensi untuk mencatat portfolio di tempat yang lain, disesuaikan dengan kondisi keluarga Zaz saat ini. Sebenarnya disediakan software untuk portofolio digital, namun hanya bisa diinstal di PC dan saat ini saya tidak punya. Jadi, sekemampuanku saja menulis di kertas, menyimpan gambar di google drive, dan blogging. Kemudian mempersingkat url dan kalo bisa membuat barcode agar bisa discan sewaktu-waktu. Mungkin tidak sebagus buku ini, tapi semoga bisa menyerupai seiring waktu. Istilahnya ATM:Amati, Tiru, Modifikasi. 

Saya juga dapat sample ebook dari buku Mba Andita  bit.ly/portofolioanakebook

tambahan: akhirnya menggunakan google keep sebagai alat tambahan untuk menulis portofolionya, yang menjadi point plus bisa collabolator dengan pihak-pihak yang diinginkan.

Posted in Moment | Tagged , , , | Leave a comment

*WoW* Tebak Huruf Hijaiyah

Dalam waktu 3 hari ini, Zaz masih belum bosan bermain pasir. Malahan boneka-bonekanya diajak untuk mandi pasir 😅.

Sambil menemani Zaz bermain saya merapikan flash card huruf hijaiyah, yang baru dilaminating. Ketika Zaz tau, direbutlah dari tanganku. hehe mungkin saya mesti terus mengajarkan cara minta ijin untuk mengambil barang.

Zaz melihat satu kartu dan menyebut huruf yang tertera di kartu. kemudian dilanjutkan dengan melihat satu persatu kartunya. Kadang Zaz langsung sebut nama hurufnya, kadang bertanya ‘Apa tuh?’, kadang saya bertanya huruf yang sedang dipegang zaz. meski tidak semua huruf Zaz hafal. Tapi hal ini bentuk aktualisasi memori Zaz yang membuat saya kagum.

Zaz sering kali menonton animasi Mengenal Huruf Hijaiyah bersama Diva dan Pupus Kanopus karya Kastari Animation. Tontonan tiap malam biar anak anteng sebelum tidur hehe. 

Catatan bagi saya, agar membatasi zaz menonton animasi dan memotivasi agar lebih banyak kegiatan fisik. Saya masih belum mengerti tentang keahlian kognitif, sensorik dan motorik jadi tugasku untuk banyak bertanya.

Gaya parenting yang masih acak yang penting asal anak senang saja. hehe

Flash card dapat di download di Blog Familia Kreativa

Zaz (2thn)

Posted in Moment | Tagged , , , | Leave a comment

Bermain pasir

Selesai liburan ke pantai, membawa oleh-oleh pasir. Hore… bermain pasir bisa dilanjutkan di rumah. Tiap umur memang berbeda aksinya meski fasilitasnya sama. Zaz baru bisa memindah-mindahkan pasir dari ember besar ke ember kecil, lalu mengembalikan pasir kembali ke ember besar. Setelah itu, masuk ke ember besar lalu menaburkan pasir ke luar ember dan berserakan di lantai. Tidak lupa juga menaburkan pasir ke badannya. Bermain sambil sarapan pagi dan menghabiskan waktu sekitar dua jam sampai Faris bosan. 

Saya juga harus melatih kesabaran dalam menemani Zaz bermain, karena ketidaksabaran saya memaksa Zaz untuk mandi meski dia masih ingin bermain. 

Di siang hari, anak-anak bermain pasir lagi. Tapi hanya sebentar saja. Mungkin karena tidak ada orang tua yang menemani.

Bagi orang tua, mungkin harus memindahkan tempat bermain ke taman. Sehingga tidak harus membersihkan pasir setelahnya.

​https://www.instagram.com/p/BQwsIWAFv0H/

Zaz(2thn), Dhiya(2thn6bln), Faris(3thn10bln)

Posted in Moment | Leave a comment