(Day 4) Kelebihan Tempat Tinggal

Bismillah.

Hari ini bagian untuk menulis kelebihan tempat tinggal.

  1. Pedesaan yang tidak padat penduduk
  2. udara segar karena masih banyak pepohonan
  3. dekat dengan alam
  4. dekat dengan keluarga besar
  5. tetangga sering berbagi hasil panen
  6. tetangga sering mengadakan pengajian
  7. Dekat dengan warung
  8. jarang tukang dagang jajanan lewat
  9. Masih ada sinyal untuk internetan meski di pedesaan
  10. Masih bisa dilewati kendaraan

Tidak banyak, tapi itu semua alasan saya betah di tempat ini.

21#YuanYusiyana#Day4#

#day4 #15022018 #kbb #3thn #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Menulis dan Mensyukuri apa yg kita punya 🌹

Alhamdulillah.

Advertisements
Posted in Default | Leave a comment

Gaya Belajar Anak #14

Bismillah.

Hari ini dimulai dengan ZAZ yang selalu berjalan gontai untuk pergi ke sekolah. Bahkan sempat merajuk dan harus dirayu. Tidak lupa boneka kuda poni harus menemaninya sekolah.

ZAZ sudah mulai bisa ditanya, hari ini belajar apa di sekolah. Bekal yang diberikan selalu tidak habis.

Kalau di sekolah dia tidak mau menirukan bundanya berolahraga. Tapi kalau di luar sekolah dia bisa bergerak seperti arahan bunda-bundanya. Mungkin saat pagi. Mood ZAZ  belum terkumpul.

Apakah ZAZ termasuk orang yang bisa belajar saat penuh tekanan atau sedang tenang, sepertinya dia bisa belajar ketika penuh tekanan.

Hmm…

Mulai saat ini, saya harus membiasakan diri untuk banyak bertanya pada ZAZ. Untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan ketika tidak ada emaknya saat bermain. Sehingga membantu dia juga dalam komunikasi dua arah. Sehingga dia tidak sulit bersosialisasi dengan yang lain.

ZAZ sekarang sedang senang mandi sendiri. Tepatnya bermain air. Dia akan berlama-lama di kamar mandi. Meski, dengan air dingin. Ya saya belum melepaskan sepenuhnya. ZAZ mandi sendiri, karena pas dia bilang udah. Badannya masih ada sabunnya. Ketika sikat gigi pun, ZAz malah mengemut odolnya. Disangka permen kali ya. Aku sedikit memonta ZAZ untuk tidak menelan bekas sakit gigi, tapi dia tidak menggubris. Hmm.., emaknya mesti sabar kan ya.

Waktu membersamai anak harus dinikmati agar selalu menemukan momen wow ZAZ.

Masih belum sepenuhnya fokus ke ZAZ karena masih sibuk dengan urusan online, saya harus banyak mengurangi kegiatan online, untuk fokus ke tumbuh kembang anak.

Emaknya ingin menjadi penulis cerita anak. Jadi harus bisa menjelajahi dunia anak dengan ZAZ.

Alhamdulillah

Posted in Game Level 4 | Tagged , , , , | Leave a comment

(Day 3) Kelebihan ZAZ

Bismillah,

Kemarin skip Day 2. Karena temanya memang tidak bisa saya tulis. Subyeknya ga ada.

Hari ini, saya akan mengupas kelebihan ZAZ yang membuatku selalu bersyukur dan pengen pamer. Ups.

  1. Tekun
  2. Anteng main sendirian
  3. Penurut
  4. Mandiri skala belajar anak usia dini
  5. Cantik melebihi emaknya
  6. Berbagi di saat punya banyak
  7. Mempunyai empati
  8. konsisten
  9. persisten
  10. penyayang kucing
  11. sangat mempertahankan miliknya
  12. apa yang disentuhnya adalah mainan
  13. main adalah belajarnya
  14. memiliki tipe belajar visual, audio, kinestetik
  15. Banyak yang ngurus, ga cuma emaknya
  16. senang lari-larian, menari dan bernyanyi
  17. Senyumnya dan tertawanya ngegemesin
  18. Mudah menitipkan diri kalau emaknya ga ada
  19. Bercita-cita jadi kucing
  20. mempunyai keinginan yang kuat

Kelebihan ini masih bisa berubah-ubah karena ZAZ masih masa eksplorasi.

21 # Yuan Yusiyana # Day 3 #

#day3 #14022018 #kbb #3thn #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Menulis dan Mensyukuri apa yg kita punya 🌹

Alhamdulillah.

Posted in Default | Leave a comment

Gaya Belajar Anak #13

Bismillah.

Banyak proses yang sebenernya aku lewati. Seperti tadi siang aku terpukau. Ketika ZAZ bilang, “Ini bunga untuk mamah.”

Buket bunga yang dia bentuk seadanya dari kertas A4 bekas yang sudah kusut. Love her so much.

Tapi ZAZ, itu seperti tidak mau belajar dari pengalaman. Sudah sering dia terjatuh ketika bermain dengan sepupunya. Karena tertabrak, atau malah ZAZ tidak fokus sehingga jatuh. Dan sesi menangis selalu ada. Dikasih nasehat juga ga mempan. Mungkin memori senangnya lebih dominan dibanding memori sakitnya.

ZAZ pun masih senang dengan menunjukkan suatu kepemilikan barang. Bahkan warna pun ada yang memiliki.

“Ajwa yang wana merah, Neng Dhiya huning, a faris Hijau.”

“Ini yang Ajwa, Ini yang Neng Dhiya, ini yang a faris…” sambil menunjuk ke barangnya.

Masih tentang PR yang menumpuk, yaitu merespon cepat ketika ZAZ berbicara.

Syukurlah hari ini ZAZ tidur lebih awal.

Alhamdulillah.

 

Posted in Game Level 4 | Tagged , , , , | Leave a comment

(Day 1) Menulis Kelebihan Diri

Hari ini adalah hari pertama memulai tantangan di kelas Portofolio Anak. Sebelum memulai menulis Jurnal Syukur agar selalu berterima kasih kepada Sang Pencipta. Saya harus menulis kelebihan diri.

Saya sendiri sangat jarang melihat kelebihan diri makanya yang ada selalu mengeluh. Ah banyak kekurangan dibandingkan kelebihan.

Dengan adanya tantangan ini saya dipaksa untuk mulai menyadari kekuatan diri. Sedikit-sedikit dulu saja ya. Nanti akan selalu aku perbaharui, sampai berapa banyak? Ratusan atau ribuan? Insya Allah.

Bismillah, kelebihan saya itu: (semoga gak mengada-ngada)

  1. Rendah hati
  2. Gak tegaan
  3. Senang memfasilitasi jika memiliki kapasitasnya
  4. Penyayang Binatang
  5. Memiliki perasaan yang lembut
  6. To the point, tidak bertele-tele, tegas
  7. Senang desain grapis
  8. Senang curhat dengan menulis
  9. Senang hidroponik
  10. Explorer, senang melakukan hal yang baru.
  11. senang melayani, ini kadang ada hubungannya dengan gak tegaan
  12. Berkomitmen pada kerjaan
  13. Fokus ke solusi
  14. Tidak banyak bicara, banyak aksi. Atau diam aja.
  15. Berani, tegar dan kuat
  16. Senang mengamati dan menganalisa
  17. Senang sesuatu yang sudah jelas dan pasti.
  18. Mandiri
  19. Mudah beradaptasi
  20. Sederhana
  21. Spontan

Ya segitu dulu. Alhamdulillah.

Kalau digali lebih dalam. Insya Allah, banyak. Percaya diri aja yah, meski saya masih suka minder.

Banyak tools untuk menggali kelebihan diri selain pengamatan sehari-hari. Ada tallents mapping punyanya Abah Rama, ada pula test sidik jari dengan konsep STIFIN. Insya Allah. Kalau ada rezeki ingin mengikuti test-test itu.

Dan menemukan hal luar biasa ketika diri ini terus menerus menggali kelebihan diri. Dan meninggalkan dan memperbaiki kelemahan. Tidak harus jadi sempurna juga. Yang penting kelebihan-kelebihan ini menjadi bekal untukku yang sedang berkelana di dunia ini.

 

21 # Yuan Yusiyana # Day 1 #

#day1 #12022018 #kbb #3thn #KelasPortofolioAnakbyGPA #GriyaPortofolioAnak #MengikatMaknaSepenuhCinta #PekaAkanUnikAnak

Menulis dan Mensyukuri apa yg kita punya 🌹

 

 

Posted in Default | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gaya Belajar Anak #12

Bismillah.

Hari ini saya mampir ke kelas PAUD, melihat bunda-bunda sedang mengenalkan profesi perawat kepada ananda. Silih bergantian dengan peran pasien dan perawat. Tapi ZAZ, lebih memilih bermain dengan boneka kuda poni warna kuning mirip dengan karakter Applejack.

Hah, sudahlah. Pergi ke PAUD tujuannya untuk bermain saja. Dan sedikit membiasakan diri dengan banyak orang.

ZAZ pun selalu membandingkan tangan, kaki, hidung, dll miliknya denganku.

“Tangan Mamah besar, tangan Ajwanya kecil.”

Terus dirunut seluruh bagian tubuhnya. Kadang dia menggambar tangan dan kaki dari lingkaran.

“Kaki mamah besar, tangan mamah besar, kaki ajwa kecil, tangan ajwa kecil”

ZAZ juga selalu meminta emaknya untuk menggambar kuda poni. Sedangkan saya ga bisa menggambar sama sekali. Fiuh…

Meski saya menolak dan meminta ganti gambar ke bunga, bintang dan ikan. ZAZ tetap memaksa untuk gambar kuda poni. Dengan oil pastels yang tersisa, karena sebagian besar oil pastelsnya hilang. Baru seminggu digunakan. Bagaimana yah caranya bisa awet?

Hari ini juga, ZAZ minta makan. Memang saya biarkan perutnya lapar. Dan mengurangi camilan. Semoga nanti bisa makan dengan teratur. Hmm, apakah ini menandakan ZAZ belajar kalau dibawah tekanan?

Tawa dan tangis ZAZ masih fifty-fifty. Tugas emaknya untuk selalu membawa kebahagiaan. Sebelum membahagiakan anak, tentu saja banyak yang harus disembuhkan dari hati dan pikiran emaknya agar selalu bahagia dan bersyukur.

Kemarin saya tulis kelebihan saya, yaitu mudah beradaptasi, jadi sebenarnya gaya belajar apapun ya bisa saya jalani. Kalau bahan materi pembelajaran yang ada hanya buku ya dibaca, kalau hanya radio ya didengar. Ga mesti harus mencari dan memilih materi sesuai gaya belajar. Hidup kan ga selalu seperti keinginan kita.

Alhamdulillah.

Posted in Game Level 4 | Tagged , , , , | Leave a comment

Gaya Belajar Anak #11

Bismillah.

ZAZ menemukan harta karunnya. Tumpukan boneka di dalam lemari. Egoismenya masih kuat, karena merasa boneka itu semua miliknya. Dia pindahkan satu persatu boneka ukuran kecil sampai besar ke kamar. Sampai dia merasa kelelahan karena naik turun tangga dengan membawa boneka besar. Akhirnya, ZAZ meminta emaknya untuk membawakan semua boneka. Tapi ga dituruti. Alhamdulillah, ZAZ bisa menerima. (Emaknya ga terlalu suka boneka, eh)

Ternyata ZAZ menemukan boneka Kuda Poni berwarna kuning. Dia beli saat berusia kurang dari satu tahun. Meski sedang digendong neneknya, tangan ZAZ begitu cekatan mengambil boneka yang berbentuk kuda poni di toserba Borma. Kali kedua di lavie, ZAZ mengambil mainan kuda poni. Padahal belum pernah menonton animasinya. Ah mungkin sudah pernah, tapi waktu itu, saya tidak tau.

Malam ini #zaz banyak ditemani oleh boneka-boneka.

A post shared by Yuan – EmakZaz (@zayra.az) on

Boneka menjadi salah satu mainan untuk dia mengeksplorasi diri dengan bermain peran. Entah dialog sendiri apa yang ZAZ ucapkan. Emaknya berusaha mengerti bahasanya tapi tidak menemukan hasil.

Boneka ZAZ, cuma dikit kok. Menumpuk karena diturunkan dari tante-tante yang sudah dewasa.

ZAZ sering nonton film berbahasa inggris. Dia sering mengikuti dialognya. Berharap bisa dialihkan ke animasi berbahasa Indonesia. Sekalian bisa mempelajari pembendaharaan kata. Tapi saat ini film kuda poni belum dialih suarakan. Paling nonton serialnya di TV.

Saat ini, ZAZ selalu malu-malu ketika emaknya memperhatikan dia bermain dengan boneka-bonekanya.

ZAZ pun hari ini mengajak lagi membuat tenda-tendaan, kalau kata ZAZ sih, kolong-kolongan. Entah apa imajinasinya. Saya sendiri belum tau manfaat apa yang akan didapatkan ketika ZAZ bermain, sekehendak hatinya. ZAZ sebenarnya ingin ditemani bermain oleh saya. Tapi kadang-kadang Emaknya ini masih egois.

Alhamdulillah.

Posted in Game Level 4 | Tagged , , , , | Leave a comment