Makan sendiri hari ketiga

20171202_164609

Masih makan sendiri, pembiasaan yang membutuhkan proses dan konsistensi dari emaknya sendiri.

Tanpa harus terlalu memikirkan perkataan, “Kok, malah dibiarkan makan sendiri, suapin ajalah, nanti sudah besar makan sendiri bisa juga”

ZAZ beproses, Emaknya berproses.

Advertisements
Posted in Game Level 2 | Tagged , , , , | Leave a comment

Makan Sendiri hari kedua

 

20171201_121552

Di keluarga kami memang tidak terbiasa konsisten makan bersama di meja makan tepat pada waktunya

Jadi untuk makan kami sering dimana dan kapan saja. Hari ini, waktunya ZAZ makan pada saat sedang menonton tv.

Pastilah anak tidak fokus, suapan yang masuk lebih sedikit, bahkan hanya memakan telurnya saja.

Selebihnya kembali ke nonton. Hehe, bukan contoh yang berhasil. Ini mah pengamatan saja. Pada akhirnya, emaknya gemes dan menyuapi ZAZ dengan makanan tersisa di piring.

Emaknya ZAZ berproses, ZAZ berproses

 

Posted in Game Level 2 | Tagged , , , , | Leave a comment

Jejak Ibu Pembelajar #1

Bulan ini saya bertugas jadi koordinator bulanan. Di hari pertama bu KetuMbar mempersilahkan untuk mengisi program Jumat Hangat. Program silaturahmi antar peserra kelas BunSay.

👩🏻Nama: Yuan Yusiyana
🗓TTL: Purwakarta, 15 Agustus 1985
🏡Alamat: Cikalong Wetan, Kab. Bandung Barat.
👩🏻‍🍳 Pekerjaan: Ibu Pembelajar
🎓Pendidikan terakhir:  S1 Teknik Informatika ITHB
👨🏻Suami: Cerai hidup
👧🏻👶🏼Anak:
1. Zayra Ajwa Zulaikha (2y9m)
❤💪Passion: Exploring, Facilitating
🎨Kegiatan sehari-hari: bermain bersama anak, writing, bersosial media.
📝Kesan masuk IIP: Banyak ilmu yang didapatkan, meski saya belum bisa menyerap sepenuhnya apalagi menerapkannya.
Bersyukur bisa menjadi bagian bunda-bunda pembelajar di komunitas IIP, sehingga ketularan semangatnya. Jadi mulai bangkit lagi dari posisi sedang di bawah.
Semoga bisa terus bersilaturahim dengan keluarga besar IIP dan istiqomah dalam belajar melewati tahap bunbun. Aamiin.

Apresiasi dari teteh Fasil.

sketch-1512108460781

Posted in EmaknyaZAZ | Leave a comment

Makan Sendiri

Screenshot_2017-11-30-20-59-58

Tadinya saya mau share video, tapi jadi screen shoot saja dulu.

Kok sambil menyuap sambil menutup mata ya? Untung aja sendok masih bisa masuk ke mulut.

Kalau makan sendiri, nasi yang diambil sendok sedikit dan jatuh ke luar piring. Gemes ya, pengennya sih disuapin aja biar nasi yang masuk banyak dalam sekali sendok.

Mending kalau nasi sepiring habis. Meski, memakan waktu lama, saya akan tetap menunggu. Kadang ZAZ, mulai bosan dan hanya makan sedikit. Setelah itu, saya menyuapi sisa nasi yg ada dipiring.

Aturan yang saya terapkan:

Makan tidak belepotan.

Nasi tidak keluar piring.

Piringnya ditaruh didekat ZAZ, biar kalau ada nasi yang jatuh, tetap ke piring.

 

 

 

Posted in Game Level 2 | Tagged , , , , | Leave a comment

Aliran rasa berkomunkasi produktif

Ilmu yang aku dapat dari bulan ke-1 di kelas bunsay, itu sebagai tantangan menarik bagiku. Cara komunikasi produktif ini merupakan pembiasaan yang harus selalu saya lakukan sepanjang masa dan sesuai jaman.

Saya banyak bicara terbata-bata disebabkan saya terkadang salah ucap. Dari situ saya selalu diam dulu untuk memikirkan kata-kata yang sesuai.

Saya akui, masih ada ketidak-konsistenan dalam berkomunikasi produktif. Semoga secara sadar saya kembali mengamalkan ilmu ini, ketika mengetahui sudah khilaf.

ZaZ berproses, Emaknya berproses

Posted in Game Level 1 | Leave a comment

Sugesti Positif untuk ZAZ

Cemilan hari ini, kok saya menyimpulkan bahwa saya itu laki banget. Apa karena saya pernah berperan sebagai Ayah bagi anakku, hmmm.

Membaca materi komunikasi produktif, itu seperti kita harus bisa memberi sugesti positif. Caranya gimana supaya sugesti positif itu bisa diterima oleh ZAZ. Yaitu dengan mengusahakan ZAZ dalam kondisi rileks. Nah ini akan jadi PR saya selanjutnya… entah kapan bisa dikerjakan #eh ganti kalimat motivasi # semoga bisa secepatnya bisa menemukan cara yang efektif biar ZAZ rileks.

Untuk sekarang, sugesti positifnya saya lakukan di awal tidur dan keesokan harinya.

“Neng, mamah ingin kamu jadi anak sholehah, dan kelak istri sholehah serta ibu sholehah”

“Neng, mamah ingin kamu bisa makan tepat waktu. Mamah ingin neng makan semua makanan yang tersedia untuk neng”

“Neng, mamah ingin kamu bisa mandiri, mamah ingin kamu bisa ke pipis sendiri ke kamar mandi”

Dan lain-lain

PR lagi untuk mengumpulkan sugesti positif untuk ZAZ.

ZAZ berproses, Emaknya Berproses

Posted in Game Level 1 | Tagged , , , | Leave a comment

Makan dan makan lagi?

ZAZ termasuk picky eater. Sayangnya, saya belum tertantang untuk memasak. Hebatnya anak picky eater, sudah bisa menolak kalau melihat makanan. Meski dia kecolongan satu sendok makanan, jika di dalamnya ada sayur, ZAZ langsung lepeh.

Meski saya rayu,

“Ayo, biar perutnya terisi”, “Biar ada tenaga untuk bermain”, dll

Kalau sudah tidak mau, Gerakan Tutup Mulut sudah. Ada pun berhasil masuk satu sendok, makanan didiamkan dalam mulut.

Hari ini saya memulai hari dengan menanyakan, “Mau makan apa hari ini, Neng?”

Namun saya belum mendapatkan jawaban yang jelas. Akhirnya, saya sebutkan satu persatu makanan favoritnya. Pilihannya kali ini jatuh pada pisang.

Ga apa-apa yang penting perutnya terisi.

ZAZ berproses, Emaknya berproses.

Posted in Game Level 1 | Tagged , , | Leave a comment