Bermain pasir

Selesai liburan ke pantai, membawa oleh-oleh pasir. Hore… bermain pasir bisa dilanjutkan di rumah. Tiap umur memang berbeda aksinya meski fasilitasnya sama. Zaz baru bisa memindah-mindahkan pasir dari ember besar ke ember kecil, lalu mengembalikan pasir kembali ke ember besar. Setelah itu, masuk ke ember besar lalu menaburkan pasir ke luar ember dan berserakan di lantai. Tidak lupa juga menaburkan pasir ke badannya. Bermain sambil sarapan pagi dan menghabiskan waktu sekitar dua jam sampai Faris bosan. 

Saya juga harus melatih kesabaran dalam menemani Zaz bermain, karena ketidaksabaran saya memaksa Zaz untuk mandi meski dia masih ingin bermain. 

Di siang hari, anak-anak bermain pasir lagi. Tapi hanya sebentar saja. Mungkin karena tidak ada orang tua yang menemani.

Bagi orang tua, mungkin harus memindahkan tempat bermain ke taman. Sehingga tidak harus membersihkan pasir setelahnya.

​https://www.instagram.com/p/BQwsIWAFv0H/

Zaz(2thn), Dhiya(2thn6bln), Faris(3thn10bln)

Posted in Moment | Leave a comment

*WoW* Ini Milikku

20170221_131510

Zaz memiliki 2 kakak sepupu yang sering bermain bersama,tidak jarang membeli mainan yang sama. Tujuannya agar tidak rebutan. Tapi tetap saja yang namanya anak-anak masih bingung kepemilikan dan ketika bermain di rumah, terjadilah saling mengakui mainan. Saat itu, Zaz sedang bermain dengan sekop, lalu Dhi mengaku itu sekop miliknya, meski ada sekop yang lainnya, tetap saja satu sekop itu yang diperebutkan. Akhirnya saya melabeli kedua mainan dengan inisial. Setelah itu mereka melanjutkan dengan mainan masing-masing.

Lalu besoknya, Kami pun berlibur ke pantai Ancol dengan membawa sekop untuk bermain pasir. Setelah sampai di pantai, sekop itu pun ditaruh berdampingan. Saya perhatikan Zaz membawa satu sekop dan memberikan pada Dhi. Dan saya cek sekop itu ternyata berlabel D, yang artinya milik Dhi, lalu Zaz pun mengambil sekop berlabel A. Saya hanya bisa tersenyum bangga melihat saat A Ha itu.

Dengan melihat anak-anak dengan sifat kepemilikan, jadi ingin melabeli semua mainan yang sama.

Hal lain yang bisa dicatat waktu bermain di pantai. Meski sudah membawa alat bermain pasir ke pantai, anak-anak hanya berlama-lama bermain air. Zaz masih ragu-ragu berjalan di air dan ketika terjatuh jadi menangis meski sebentar dan akhirnya memegang erat tangan saya.

Zaz (2th1bln), Dhi(2th6bln)

Posted in Moment | Tagged , , , , , | Leave a comment

Wow, Terlupakan

Sebenarnya saya sedang mencari blog wordpress dengan nama ‘usheanna’. Tapi apalah passwordnya, tidak bisa mengingat dan mungkin emailnya pun sudah terhapus karena pakai email ‘mantan’. Ya sudahlah, isi blognya pun bermuatan curhat-curhat patah hati. Semoga bisa mengingat password nanti.

Malah saya tidak ingat kalau blog ini ada, dengan fitur lupa password, dan waktu cek email, malah tertuju ke blog ini.

Ada beberapa postingan yang saya hapus, karena aura ‘jones’. Saya juga belum sempat kenalan juga dengan blogger lainnya, Silahkan ke halaman About.

Postingan ini adalah anggaplah awal baru. Curhat dan perjalanan yang bisa membuat pertemanan baru.

 

Posted in Moment | Leave a comment

Telepathy

Me:You look gorgeous, as always.
Him: I knew you fallin’ in love with me.
Me: what? How do you know that?
Him: I’ve just knew it, girl.
Him: Come on give me the foods.
Me: oh you’re hungry. I’ll get those foods for you
Him: *meowing

Really, I love the cat. It’s just a little telepathy dialog. Hihi 

Posted in Moment | Tagged , , | Leave a comment

Muncul begitu saja

Baru-baru ini, saya tergelitik melihat iklan rokok, tentang seorang cowo dgn muka seadanya bertemu dengan jin. Jin itu akan mengabulkan 2 permintaan. Pertama adalah sugih, dan dengan cepatnya dikabulkan. Kedua adalah ganteng, jin itu kontan tertawa dan bilang ‘Mimpi!!’
Lalu terpikir suatu dialog untuk dilakukan sepasang suami istri.
Suami: Neng, ini tahun pertama kita menikah. Saya akan penuhi 2 keinginanmu, sebagai hadiah.
Istri: yang bener Aa?
Istri: kalo begitu hmmm apa yah
Istri: ..sugih
Suami: *tersenyum*
Suami: itu rencana 10 tahun kedepan, neng sabar ya
Istri: neng ngerti kok *balas tersenyum*
Suami: lalu yg kedua?
Istri: *dengan nada malu* cantik..
Suami: neng ga perlu diapa-apain juga, udah cantik menurut Aa.
Istri: Ih Aa, makasih yah
Haha norak deh yah?

Posted in Moment | Tagged | Leave a comment

Ketak-ketik

Saya tidak tau apa yang akan ditulis di blog ini. Mungkin tulisan yang tidak memiliki makna apapun. Yang saya inginkan adalah mencurahkan isi hati dan pikiran, baik terinspirasi oleh apa yang saya lihat, dengar, rasa dan alami. Karena terkadang saya tidak ingat dengan peristiwa-peristiwa yang mungkin saja jadi bahan tertawaan atau pembelajaran bagi saya sendiri.
Semoga saja bisa konsisten untuk membiasakan diri dengan sesuatu yang telah dimulai. Yaitu memenuhi halaman-halaman blog ini. Meski hanya terdiri dari satu kata, satu kalimat atau satu paragraf. Karena hanya mampu mengetik dengan 2 jari di layar ponselku.
Dalam keadaan diam, menunggu, duduk, berdiri maupun berbaring. Kadang terpikir masa lalu, ide, atau harapan yang selalu mengusik pada saat itu juga. Namun jika didiamkan, saya akan terlupa.
Terima kasih telah membaca post pertama saya. Mari intip duniaku!

Posted in Moment | Tagged , , | Leave a comment